Manisnya Peluang Usaha Fashion Muslimah

Bisnis pakaian menjelang lebaran bagaikan rintikan air hujan yang terus mengalir seakan tak terbendung. Begitulah perumpamaan para konsumen saat menghadapi hari raya dan mulai memburu pakaian baru. Budaya membeli pakaian seakan sudah menjadi tren sejak dahulu kala dan tak bisa terlewatkan. Hal ini memang kerap dimanfaatkan sebagian orang untuk memulai bisnis pakaian karena prospek kedepan yang masih sangat terbuka.

peluang usaha fashion muslimah

Seperti halnya Sarah F. yang sudah setahun lebih memulai bisnis pakaian muslim. Meski pun awalnya ia hanya sekedar membuat model busana untuknya sendiri namun siapa yang bisa menduga ia justu meraup untung besar. Sarah memulai bisnis fashion muslim syar’i dengan brand Sweety syar’i sejak tahun 2016. Awalnya bahkan ia tak memiliki niat khusus untuk terjun berbisnis dalam dunia fashion. “Waktu itu saya baru awal-awal berhijab, dan masih sulit bagi saya menemukan jenis hijab yang sesuai dengan keinginan saya,” papar Sarah. Dari kesulitan mendapatkan model fashion hijab yang sesuai keinginan akhirnya Sarah mulai mencoba membuat jenis hijab sendiri. “Awalnya saya hanya membuat hijab saja, dan masih untuk kebutuhan sendiri,” ungkap Sarah.

Setelah berhasil membuat hijab buatannya sendiri, ia kemudian banyak dilirik teman-teman para ibu. Banyak yang tertarik dan menyukai hasil hijab buatan desain yang digunakan Sarah. Dari sinilah awal bisnis fashion muslimnya bermula. “Kebetulan saya memang aktif dalam kelompok pengajian majelis para ibu, dari situ kemudian mulai banyak yang meminta dibuatkan hijab seperti saya pakai,” papar Sarah . Seiring berjalannya waktu dan mulai banyak para teman yang memesan hijab buatan Sarah , akhirnya ia mulai mencoba untuk serius menjalaninya. “Pas setiap saya buat dan beberapa teman pesan, selalu cepat habis dan mulai banyak juga teman yang kembali memesan. Akhirnya saya putuskan untuk serius menjalani bisnis ini, kira-kira setahun yang lalu saya mulai serius pada bisnis ini,” ungkap Sarah . Walau pun awalnya hanya melayani pesanan teman, Sarahtak ragu untuk terjun ke dunia fashion ini lebih dalam.

Peluang Bisnis yang Selalu Ada Pasarnya

Bisnis Fashion memang tak pernah mengenal kata henti, bahkan setiap tahun mulai bermunculan model-model atau tren baru dalam berpakaian. Bahkan setiap daerah atau kultur budaya memiliki ciri khas masing-masing, biasanya menyesuaikan musim dan keadaan yang sedang tren. Tak terkecuali fashion busana muslim yang beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal ini disebabkan peluang bisnis yang masih sangat terbuka dan mulai banyaknya ketertarikan masyarakat akan budaya menggunakan busana muslim.

SweetySyari yang dimilik Sarahsebenarnya lebih terfokus menjual busana muslim yang tertutup sepenuhnya, namun model dan gaya busananya masih sesuai tren. “Di sini saya menjual busana muslim syari yang memang terlihat tertutup, namun memang modelnya lebih fashionable, dan menyesuaikan,” papar Sarah . Tujuannya agar dalam berpakaian muslim bisa lebih nyaman digunakan namun tetap sesuai ajaran yang ada.

Sebenarnya saat mulai memutuskan memproduksi busana muslim setelah sebelumnya hanya membuat hijab, ide itu muncul juga atas permintaan konsumendan temannya. “Saya juga tidak tahu kalau ternyata banyak yang suka, tapi setiap pakaian yang saya buat atau yang saya suka, disukai pula dengan konsumen,” ubgkap Sarah . Walau pun sebenarnya model dan desain busana yang ia jual tak jauh dari model yang sehari-hari ia kenakan.
Dalam menjalankan bisnis fashion sebenarnya kita harus pandai membuat desain yang disukai konsumen, Selain itu gaya atau trend berpakaian pun bisa menjadi strategi yang bisa menarik konsumen. Oleh sebab itu sebagian orang uang terjun dalam bisnis fashion khususnya yang memproduksi sendiri harus pandai mendesain. Ilmu inilah yang terkadang tak dimiliki sebagian pelaku usaha fashion sehingga tak jarang model yang dihasilkan kurang menarik. Namun tak demikian denga Sarahyang belajar khusus dalam ilmu desain. “Untuk desain pakaian, saya sebenarnya tak memiliki basic khusus menggambar desain atau yang lainnya, namun itu semua berjalan apa adanya,” papar Sarah .

Meskipun Sarahmengaku tak memiliki ilmu khusus mendesain pakaian namun bisa dilihat dari hasil karya-karya Sweety syar’i yang menarik dan modern. “Saya sebenarnya sangat menyukai dunia fashion dan kerap mengikuti perkembangan, karena memang hobi dengan dunia ini,” ungkap Sarah . Alhasil tak sedikit yang mulai menyukai dan tertarik dengan hasil karya Sweety syar’i.

Pesanan Membludak

Saat menjalanlan usaha Sweety syar’i Sarah mengaku tak luput mendapatkan berbagai kendala. Meskipun pesanan mulai banyak bermunculan sejak ia mulai serius menjalankan bisnis Sweety syar’i miliknya. Salah satunya dalam proses produksi busana muslim miliknya. “Saya agak kesulitan dalam proses produksi yang sebenarnya kewalahan atau kesulitan memenuhi pesanan, karena awalnya saya percaya bisa menjalankan, namun ternyata pesanan yang ada sangat banyak dan kadang tidak terbendung, “ucap Sarah . Untuk mengatasinya ia kerap memberikan pemahaman dan tenggang waktu yang flexible kepada konsumen agar tidak kecewa, selain menjalin komunikasi yang baik. Ia pun tak menutup kemungkinan jika ada yang ingin memesan desain sendiri, namun biasanya memerlukan waktu yang berbeda dari model lainnya.

Namun meski pun ia kerap kesulitan dalam proses produksi guna memenuhi pesanan, Sarah tetap bersyukur bahwa produknya bisa diterima di kalangan masyarakat. Selain itu Sarah juga memulai pesanan atau restock pakaian menjelang event-event seperti lebaran.

Dalam menjalankan bisnisnya Sarah kerap menggunakan media online dalam memasarkan produk Sweety syar’i buatannya. Media ini memang diakuinya sangat membantu dalam mendapatkan konsumen, Selain itu saat menjelangevent lebaran atau idul fitri ia kerap mengikuti pameran-pameran yang diadakan beberapa departement store dan event seperti Inacraft dan di luar kota, “Biasanya saat pameran lebih cepat terjual dan banyak permintaan, karena konsumen bisa melihat langsung produk yang ada,” ungkap Sarah . Bahkan ia bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 200 Juta. “Saat hari biasa kebanyakan para konsumen memesan lewat online, selain itu juga biasanya dari pameran yang saya ikuti,” papar Sarah . Saat ini pemasaran Sweety syar’i sudah merambah ke seluruh Jabodetabek juga kota besar lainnya seperti Aceh, Papua, Surabaya, Kalimantan, Sabang, dan sudah merambah Singapura.

Bisnis fashion memang selalu menjadi unggulan saat menjelang idul fitri, bahkan Sarah pun mengaku kerap mendapatkan pesanan 3 kali lipat dari hari biasanya. Bahkan ia mengaku masih sangat terbuka peluang dalam bisnis fashion dan keuntungannya pun cukup menggiurkan. Sebenarnya sebelumnya sudah memulai bisnis sejak muda, namun saat itu ia belum menjual atau terjun ke dunia fashion muslim. “Dulu memang saya sempat terjun ke dunia fashion, namun masih menjual busana casual, dress. Karena memang saat itu belum berhijab,” ungkap Sarah . Tak heran jika bisnis Sweety syar’i yang saat ini sudah ia jalani selama setahun lebih berjalan lancar seakan memang sudah terbiasa menjalankan bisnis.

Kedepannya Sarah ingin terus mengembangkan bisnisnya lebih besar. “Saat ini saya sedang bekerjasama dengan beberapa rekan untuk menjual produk Sweety syar’i, selain itu saya juga ada beberapa reseller,” papar Sarah . Ia juga memberikan kunci dalam menjalankan usaha khususnya fashion, “Untuk menjalankan usaha intinya kita harus serius dan tidak boleh setengah-setengah karena percuma kita memiliki modal besar dan waktu namun jika tidak dijalankan seserius mungkin,” tutup Sarah .

sumber: kerudunghafsah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *